Ilustrasi, sumber foto: Warta Kota/Alex Suban
373 Poker - Pemprov DKI Jakarta berencana merenovasi 40 rumah di RT 13 RW 04 Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur menjadi rumah panggung. Rumah panggung dirasa cocok untuk kawasan yang kerap dilanda banjir ini.
"Ini sama sekali tidak ada urusannya dengan mengurangi banjir, apalagi membebaskan banjir di tepi bantaran sungai," kata pengamat tata kota Nirwono Yoga, Senin (12/4/2021) malam.
Jangan sampai pembangunan rumah panggung menjadi mubazir
Nirwono mengatakan, harus dipastikan terlebih dahulu apakah 40 rumah tersebut berada di lokasi yang tidak terkena pelebaran sungai, baik normalisasi maupun naturalisasi. Karena jika demikian, maka pembangunannya akan mubazir.
“Kasihan masyarakat sudah diberi iming-iming suruh membangun rumah panggung, bermimpi indah ternyata akan terkena pelebaran. Itu kan jadi dua kali kerja,” ujarnya.
Harus dipertimbangkan apakah itu melanggar tata letak atau tidak
Selain itu, lanjut Nirwono, perlu diperhatikan apakah lokasi 40 rumah tersebut tidak melanggar tata ruang. Karena jika kawasan tersebut merupakan bagian dari jalur hijau di tepian sungai, maka tidak bisa dibangun.
“Kalau ini dua hal dilanggar maka ini justru memberikan contoh tidak baik kepada masyarakat, yaitu apa, kalau kita masyarakat di tepi bantaran kali tidak usah direlokasi, mereka bikin rumah panggung saja di pinggir sungai semuanya,” ujarnya.
Kesannya, orang bisa membangun rumah panggung di tepi sungai
Pembangunan rumah panggung, kata dia, bukan solusi untuk mengatasi banjir, malah masyarakat mendapat kesan bahwa rumah panggung bisa dibangun di 13 tepian sungai utama.
“Jadi tidak tepat kalau umpamanya membuat rumah panggung sebagai antisipasi banjir, itu menurut saya jadi gak fokus antara menyelesaikan substansi masalah banjir dengan penanganan perumahan, apalagi kalau tadi kecenderungan justru pelanggaran yang dilegalkan," katanya.
Belum ada sungai yang sudah diperbaiki
Menurut Nirwono, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi banjir. Mulai dari pelebaran sungai, kapitalisasi situ dan waduk untuk menampung banyak air, hingga rehabilitasi saluran drainase secara besar-besaran.
“Apalagi pemerintahan Pak Anies tinggal 1 tahun ke depan, kalau ini tidak diantisipasi maka sampai 2022 nanti tidak ada satupun sungai yang akan dibenahi, kalau modelnya seperti ini,” ujarnya.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online, 373poker










0 Comments