373 Poker - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kerahkan enam helikopter guna penanganan darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi NTT. Foto/BNPB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan enam unit helikopter untuk menangani banjir bandang dan longsor yang melanda 12 kabupaten / kota di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengerahan helikopter tersebut sesuai arahan Kepala BNPB, Doni Monardo.
"Sebagaimana perintah Kepala BNPB, helikopter tersebut akan difungsikan untuk mendistribusikan logistik dan peralatan di lokasi yang terisolasi pasca terputusnya akses akibat longsor maupun akses penyeberangan laut yang tidak memungkinkan akibat gelombang tinggi," kata keterangan resmi BNPB, Rabu (7/4/2021).
Spesifikasi enam helikopter yang dikerahkan BNPB
Keenam helikopter yang dikerahkan BNPB tersebut antara lain Heli MI-8 berkapasitas angkut delapan ton yang direposisi dari Kalimantan Barat dan Heli Kamov 32 A berkapasitas angkut lima ton yang direposisi dari Riau.
Kemudian Heli EC-115 berkapasitas 12 tempat duduk, Heli AW 199 berkapasitas 7 tempat duduk, helikopter jenis Bell 412EP berkapasitas 12 tempat duduk dan Heli AS-365 berkapasitas 11 tempat duduk. Selain untuk mengirimkan bantuan, helikopter ini juga akan digunakan dalam proses evakuasi.
“Helikopter tersebut juga nantinya difungsikan guna mengakomodasi para warga yang membutuhkan pertolongan darurat terutama kelompok rentan, sekaligus untuk mengangkut tim medis yang ditugaskan di posko penanganan darurat,” tulis keterangan resmi BNPB.
Penanganan bencana yang terkendala akses jalan dan faktor cuaca
Sejauh ini, penanganan darurat banjir bandang dan longsor yang melanda 12 kabupaten / kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terhalang beberapa kendala teknis, seperti terputusnya akses jalan hingga faktor cuaca buruk.
Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah yang masih belum sepenuhnya dapat diakses antara lain Kabupaten Malaka, Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Lembata.
“Adapun akses darat menuju wilayah Kabupaten Malaka masih terputus akibat longsor, kemudian Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata juga belum sepenuhnya dapat diakses mengingat gelombang laut masih tinggi sehingga harus menggunakan moda transportasi udara,” tulis pernyataan BNPB. .
Kondisi Kota Kupang belum sepenuhnya pulih
Saat ini tim siaga melaporkan bahwa kondisi Kota Kupang belum sepenuhnya pulih. Listrik masih terganggu dan sinyal jaringan telekomunikasi seluler masih bermasalah. Sejumlah pohon dan tiang reklame dilaporkan tumbang dan menghalangi akses jalan.
Sementara itu, beberapa SPBU masih belum beroperasi karena bangunan SPBU rusak akibat cuaca ekstrem. Akibatnya, antrian warga pun menjadi panjang.
Hingga saat ini banyak yang memilih menginap di hotel yang menyediakan generator listrik untuk keperluan mobilitas, sehingga banyak hotel yang penuh di Kota Kupang.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online, 373poker










0 Comments