373 Poker - Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sumber foto: Istimewa


Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan pihaknya telah meningkatkan pengamanan di objek-objek vital nasional, termasuk tempat ibadah setelah dua teror terjadi dalam waktu dekat. Peningkatan pengamanan ini dilakukan dengan melakukan patroli bersama dengan Polri dan mendirikan pos komando taktis.


"Saya telah memerintahkan seluruh jajaran TNI untuk meningkatkan pengamanan, termasuk gereja hingga objek vital nasional," kata Hadi seperti dikutip ANTARA, Kamis, 1 April 2021.


Dia menambahkan, pengamanan ekstra, terutama di gereja, sudah dimulai sejak Kamis lalu. Apalagi umat Kristiani pekan ini akan memperingati Paskah yang akan digelar pada Minggu, 4 April 2021.


“Posko komando taktis dibangun di titik-titik terpilih,” kata Hadi yang pernah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (AU) itu.


Lalu, pengamanan seperti apa yang dilakukan pada titik-titik rawan aksi teror?


Kapolri memastikan keamanan di kawasan yang mayoritas beragama Kristen kondusif


Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo juga menjamin situasi akan kondusif pada peringatan Paskah. Ia memastikan situasi aman saat umat Kristiani melaksanakan ibadah malam Jumat Agung untuk merayakan Kenaikan Yesus Kristus di hari Minggu.


"Kami memastikan ibadah di wilayah yang mayoritas Nasrani dan banyak terdapat gereja aman," kata Listyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis.


Untuk memastikan keamanan dalam perayaan Jumat Agung hingga Paskah, Listyo melakukan tinjauan langsung ke sebuah gereja di Sulawesi Utara. Ada dua gereja yang dikunjungi Listyo, yaitu Gereja Katedral dan Gereja Masehi Injil Minahasa. Ia ingin memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang menjalani ibadah menjelang Paskah.


Di Provinsi Sulawesi Utara terdapat 5.279 tempat ibadah umat Kristen Protestan dan 259 gereja yang digunakan umat Katolik. Mengutip data kantor berita ANTARA, kawasan ini didominasi oleh penduduk beragama Kristen (64 persen), Islam (30 persen), dan agama lain (6 persen).


Kompolnas pernah mempertanyakan mengapa Mabes Polri bisa dimasuki teroris


Sementara itu, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto mengaku heran bagaimana teroris bisa masuk ke kawasan Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Pusat pada Rabu, 31 Maret 2021. Ia mempertanyakan ada tidaknya teroris apakah tidak ada personel polisi wanita yang berjaga di pos polisi.


“Yang perlu diwaspadai adalah bagaimana proses dia bisa menerobos masuk. Seharusnya, perlu dilakukan penggeledahan setiap kali ada yang masuk,” kata Benny saat berbicara kepada stasiun berita CNN TV.


Dia mengatakan, penyerangan di kantor polisi itu bukan yang pertama kali terjadi. Pensiunan jenderal polisi yang pernah bertugas di Densus 88 Antiteror ini mengatakan, sebelumnya kantor polisi baik di tingkat Polri maupun Polda pernah menjadi sasaran.


Dia menjelaskan, polisi juga menjadi sasaran penyerangan karena para teroris geram karena rekan-rekannya ditangkap aparat keamanan.


Pelaku teror diperbolehkan masuk ke Mabes Polri karena menanyakan tentang pos-pos pelayanan


Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, teroris berinisial ZA diperbolehkan masuk ke dalam kawasan Mabes Polri karena menanyakan posisi pos pelayanan tersebut. Sejauh ini, Mabes Polri juga masih memberikan pelayanan kepada warga mulai dari pelaporan tindak pidana hingga perpanjangan dokumen.


Listyo mengatakan, pelaku yang baru berusia 25 tahun itu tiba di Mabes Polri di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas polisi kemudian mengarahkan ZA ke lokasi yang dia maksud.


“Yang bersangkutan menuju kantor pos, tapi setelah itu yang bersangkutan kembali, dan menyerang penjaga. Kemudian dari tindakan tersebut dilakukan tindakan tegas terukur,” kata Sigit.

Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online, 373poker