Sumber : Istimewa


373Poker - Jujur dan apa adanya adalah kesan yang ditangkap saat mendengarkan lagu-lagu dari Japanese Breakfast. Michelle Zauner, yang merupakan sosok di balik nama panggung itu, mengaku memang menuliskan perasaan yang ia tangkap dalam lagu-lagunya. Michelle Zauner juga mengatakan jika dirinya selalu mencoba menulis tentang pengalaman manusia.

Jika dalam dua album sebelumnya, yaitu Psychopomp yang dirilis pada 2016 dan Soft Sounds from Another Planet pada 2017, ia berbicara mengenai kesedihan dan kehilangan, kini dalam album barunya yang bertajuk Jubilee, Japanese Breakfast mencoba menceritakan tentang kegembiraan.

Menurut Michelle Zauner, saat menulis lagu, dirinya cenderung menggunakan kepekaannya dan menangkap segala rasa, lalu menuliskannya. Lagu-lagunya berangkat dari pengalaman pribadinya sampai dengan pengamatannya terhadap sekitar.

"Hal yang menarik dari menulis lagu adalah kamu bisa menggabungkan apa yang nyata dan apa yang fiksi. Aku sangat tertarik dalam menangkap pengalaman manusia dan menuliskannya dalam sudut pandang fiksi atau mungkin beberapa waktu, aku menulisnya dari sudut pandang kehidupan pribadiku," tutur Japanese Breakfast dalam wawancara virtual dengan awak media, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Michelle Zauner menyebutkan, kebanyakan proses penulisan lagunya berawal dari pengalamannya atau apa yang diamatinya tentang sekitar kemudian ia mengembangkannya menjadi sebuah cerita.

"Aku mencoba menulis lebih banyak dari perspektif fiksi," sebut dia.

Ketika ditanya apa hal apa yang mempengaruhi proses kreatifnya, Michelle Zauner mengaku tidak tahu pasti. Baginya, inspirasi untuk menulis lagu sering datang begitu saja.

"Aku tidak tahu, aku selalu seperti itu. Aku rasa itu lah seni, kamu begitu sensitif dan peka menangkap pengalaman manusia dan menuangkannya menjadi sesuatu yang menyentuh hati dengan mencari makna dan itulah yang aku cari," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Michelle Zauner juga mengaku jika pandemi yang tengah terjadi tak mempengaruhi proses kreatifnya. Sebab, Zauner telah menulis karyanya untuk album Jubilee sebelum pandemi berlangsung.

"Album ini ku tulis pada Desember 2019, jadi ini ditulis sebelum pandemi," jawab dia.