Sumber foto: Antara\\r\\n
373POKER - Rizieq Shihab mengaku pernah berhubungan dengan pejabat di Indonesia selama berada di Arab Saudi. Hal itu disampaikannya saat membacakan nota pembelaan kasus swab PCR palsu yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Rizieq mengaku Menko Polhukam 2014-2019 Wiranto menelepon, dan bertemu dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Rizieq mengaku pernah di kontak Wiranto saat berada di Arab Saudi
Rizieq mengaku telah dihubungi Wiranto pada akhir Mei 2017. Menurutnya, saat itu Wiranto memintanya untuk membuat kesepakatan.
"Beliau (Wiranto) mengajak saya dan kawan-kawan untuk membangun kesepakatan agar tetap membuka pintu dialog dan rekonsiliasi," kata Rizieq, Kamis (10/6/2021).
Rizieq bertemu dengan Kepala BIN Budi Gunawan di sebuah hotel
Selain itu, Rizieq juga mengaku bertemu dengan Budi Gunawan di sebuah hotel di Jeddah, Arab Saudi. Dalam pertemuan itu, kata Rizieq, ada kesepakatan tertulis agar tidak dikriminalisasi, mengedepankan dialog ketimbang mobilisasi massa, dan mendukung program Presiden Joko Widodo selama tidak bertentangan dengan konstitusi dan Islam.
“Hasil pertemuan tersebut sangat bagus. Kita buat kesepakatan tertulis hitam di atas putih yang ditandatangani oleh saya dan Komandan Operasional BIN Mayjen TNI (Pur) Agus Soeharto di hadapan Kepala BIN dan timnya, yang kemudian surat tersebut dibawa ke Jakarta dan dipersaksikan serta ditandatangani juga oleh Ketua Umum MUI Pusat KH Ma’ruf Amin yang kini menjadi Wakil Presiden RI," kata Rizieq.
Rizieq juga membuat kesepakatan dengan Tito Karnavian
Selain Wiranto dan Budi Gunawan, Rizieq juga mengaku pernah bertemu dengan Tito yang saat itu masih menjabat Kapolri. Menurut Rizieq, pertemuan itu terjadi pada 2018 dan 2019 sebanyak dua kali.
Dalam pertemuan itu, Rizieq menekankan tiga hal, antara lain menghentikan penodaan agama, menghentikan kebangkitan PKI, dan menghentikan penjualan aset negara kepada asing, namun gagal. Menurutnya, hal itu disebabkan operasi intelijen hitam berskala besar yang berhasil mempengaruhi pemerintah Arab Saudi.
“Sehingga saya dicekal atau diasingkan dan tidak bisa pulang ke Indonesia. Saya tidak tahu apakah Menko Polhukam RI Wiranto dan Kepala BIN Budi Gunawan serta Kapolri Tito Karnavian yang mengkhianati dialog dan kesepakatan,” kata Rizieq.











0 Comments