Kepala junta Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta pada 1 Februari, memimpin parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, Sabtu (27/3/2021). Antara/Reuters/Stringer/RWA/sa
373POKER - Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan Tiongkok akan selalu mendukung Myanmar untuk mencari solusi sendiri atas krisis politik yang terjadi sejak 1 Februari 2021.
Kepada Wunna Maung Lwin, menteri luar negeri Myanmar yang ditunjuk oleh junta, Wang menekankan bahwa kebijakan bersahabat Tiongkok terhadap Myanmar tidak terpengaruh oleh perubahan situasi domestik atau eksternal Myanmar, termasuk kudeta militer.
Dilansir dari The Straits Times, keduanya menggelar pertemuan di Chongqing pada Selasa (8/6/2021).
Myanmar mengklaim telah membuat kemajuan
Junta dikritik karena tidak memiliki komitmen terhadap konsensus lima poin hasil ASEAN Leaders Meeting di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Indonesia pada 21 April 2021. Bahkan, pemimpin de facto dan pemimpin junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing hadir dalam pertemuan tersebut.
Media yang dikelola pemerintah Global New Light of Myanmar melaporkan, mengutip Wunna Maung, bahwa junta telah membuat kemajuan dalam mengakhiri ketegangan di Myanmar, termasuk dengan merilis peta pembangunan negara pasca-kudeta.
"Menteri menginformasikan (pada) pertemuan (di Tiongkok) bahwa satu-satunya cara untuk memastikan sistem demokrasi yang disiplin dan murni adalah melalui lima poin program masa depan yang dideklarasikan pada bulan Februari," tulis media tersebut.
Situasi di Myanmar semakin buruk
Sementara itu, Koordinator Kebijakan Presiden Joe Biden untuk kawasan Indo-Pasifik mengatakan, situasi di Myanmar sangat memprihatinkan dan terus memburuk. Amerika Serikat (AS) sedang mencari segala kemungkinan untuk mempersiapkan skenario terbaru.
“Tidak dapat disangkal bahwa kekerasan meningkat. Kami melihat tidak hanya tantangan pemberontakan etnis, tetapi oposisi yang semakin terorganisir dan ditargetkan dan ditentukan di sisi demokrasi yang telah menolak untuk mundur,” kata Kurt Campbell dalam sebuah acara online. diselenggarakan oleh Center for a New American Security think-thank.
"Saya akan mengatakan situasi di dalam negeri mengkhawatirkan. Dan situasinya terus memburuk. Saya pikir kita melihat semua skenario," tambahnya.
Pertempuran terjadi di negara bagian Kayah
Asosiasi pemantau lokal melaporkan bahwa represi aparat yang ingin membela rezim telah menewaskan lebih dari 849 warga sipil. Kemudian, lebih dari 4.500 orang ditahan dan menjadi tahanan politik.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan ketegangan antara junta dan pemberontak etnis telah membuat sekitar 100.000 orang mengungsi di negara bagian Kayah. Para petugas dituding melakukan serangan membabi buta sehingga juga menyasar warga sipil.
Campbell menambahkan, Washington mendukung upaya ASEAN untuk memulai proses pemulihan demokrasi Myanmar, serta mendesak negara-negara tersebut untuk mengisolasi jenderal tersebut secara diplomatis.
“Sulit untuk tidak berkecil hati dengan apa yang telah kita lihat,” pungkas Campbell.











0 Comments