Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock
373Poker - Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) membutuhkan vaksin COVID-19 untuk semua personelnya. Melalui panggilan yang disampaikan pada Selasa (14/9/2021), siapa pun yang menolak vaksin akan diskors dari tentara, bahkan mungkin diberhentikan.
Dikutip dari kantor berita ANTARA, seruan itu muncul setelah Food and Drug Administration (FDA) menyetujui proposal yang diajukan Menteri Pertahanan Floyd Austin, yang mewajibkan semua personel aktif menjalani vaksinasi.
Tentara yang menolak vaksin bisa dipecat
Angkatan Darat telah mewajibkan suntikan vaksin sejak akhir Agustus. Tentara hanya dapat meminta pengecualian untuk alasan medis, agama, atau administratif.
Namun, komandan, sersan mayor, sersan satu, dan perwira dalam posisi Daftar Seleksi Komando yang menolak vaksin dan personel yang tidak meminta pengecualian akan menghadapi penangguhan atau pemecatan jika mereka menolak untuk mematuhi perintah.
"Meskipun tentara yang menolak vaksin akan dinasihati lebih dulu oleh rantai komando dan petugas medis mereka, kegagalan mematuhi (perintah ini) dapat mengakibatkan hukuman administratif atau nonyudisial, termasuk dibebastugaskan atau dipecat," kata Komandan Komando Medis Angkatan Darat AS Raymond Scott Dingle.
Vaskinasi disebut masalah hidup dan mati
Selain itu, Dingle juga menekankan urgensi vaksinasi di tengah pandemi COVID-19.
"Ini benar-benar masalah hidup dan mati bagi tentara kita, keluarga mereka, dan komunitas tempat kita tinggal," kata Dingle, mengutip kekhawatiran atas penyebaran varian Delta yang sangat menular.
Lebih dari 450 tentara meninggal karena COVID-19
Hingga pekan lalu, Departemen Pertahanan AS telah melaporkan, lebih dari 353.000 kasus COVID-19 di kalangan militer, dengan lebih dari 450 kematian.
Angkatan Darat AS mengharapkan semua unit layanan aktif untuk divaksinasi sepenuhnya pada 15 Desember, dan unit Cadangan dan Garda Nasional pada 30 Juni tahun depan.
Berdasarkan data yang diperbarui oleh Worldometer, AS masih tercatat sebagai negara dengan infeksi terbanyak di dunia, dengan 42 juta kasus positif selama pandemi dan lebih dari 682.000 di antaranya berakhir dengan kematian.










0 Comments