373Poker - Ilustrasi para pejabat Taliban yang terdiri dari anggota kantor politik Taliban Abdul Latif Mansoor (kiri), Shahabuddin Delawar (tengah) dan Suhail Shaheen menghadiri konferensi pers di Moskow, Rusia, Jumat (9/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Tatyana Makeyeva.
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan layanan dasar dan fasilitas bantuan makanan di Afghanistan berada di ambang kehancuran.
Dikutip dari Channel News Asia, pernyataan itu disampaikan juru bicara OCHA Jens Laerke di forum PBB, Selasa (7/9/2021). Dia melaporkan bahwa jutaan warga Afghanistan membutuhkan bantuan makanan dan bantuan kesehatan.
Dia juga mendesak negara-negara donor untuk memberikan lebih banyak bantuan menjelang konferensi bantuan internasional untuk Afghanistan pada 13 September.
Situasi kemanusiaan di Afghanistan memburuk
Setidaknya, OCHA telah menyalurkan bantuan darurat senilai 600 juta dolar AS (sekitar Rp 8,5 triliun) untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan 11 juta orang hingga akhir tahun.
Selain krisis politik yang disebabkan oleh kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan, kemarau panjang dan pandemi COVID-19 telah memperburuk situasi kemanusiaan di Afghanistan.
"Layanan dasar di Afghanistan runtuh, dan makanan serta bantuan penyelamat lainnya akan segera habis. Kami mendesak para donor internasional untuk mendukung seruan ini dengan cepat dan murah hati," kata Laerke.
Lebih dari setengah juta warga Afghanistan menjadi pengungsi internal. Hal ini terjadi karena banyak warga yang melarikan diri dari kejaran Taliban, sebelum kelompok pemberontak itu akhirnya menjadi penguasa setelah menaklukkan Kabul pada pertengahan Agustus lalu.
WHO mengatakan 90 persen fasilitas kesehatan akan ditutup minggu ini
Seruan kemanusiaan juga dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia, yang mengatakan bahwa ratusan fasilitas medis di Afghanistan terancam ditutup karena donor dan negara-negara Barat berhenti membantu Taliban.
Menurut The Straits Times, Direktur Darurat Regional WHO Rick Brenann mengatakan setidaknya 90 persen dari 2.300 fasilitas kesehatan akan ditutup minggu ini.
"Kami akan menghentikan operasi di sebagian besar (fasilitas kesehatan). Dengan perkiraan hingga 90 persen akan berhenti berfungsi mungkin di akhir minggu ini. Itu akan menyebabkan peningkatan penyakit dan kematian," kata Brennan.
Taliban menjamin keamanan distribusi bantuan PBB
Sementara itu, kata Brenann, WHO berusaha mengisi kesenjangan dengan menyediakan pasokan, peralatan, dan pembiayaan untuk 500 pusat kesehatan.
Badan tersebut juga bekerja sama dengan Qatar untuk distribusi logistik medis yang akan dikirim melalui pesawat.
"Kami berharap sampai dua atau tiga muatan pesawat diterbangkan dari Qatar, mungkin ke Kabul pada minggu depan atau seterusnya," harapnya.
Pada Minggu (5/9/2021), Taliban berjanji akan memberikan akses kepada PBB untuk menyalurkan bantuan guna mencegah bencana kemanusiaan di Afghanistan.
"Pihak berwenang (Taliban) menjanjikan keselamatan dan keamanan staf kemanusiaan, dan akses kemanusiaan ke orang-orang yang membutuhkan, pekerja kemanusiaan juga dijamin kebebasan bergeraknya," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan PBB akan berusaha untuk tidak menghentikan donor dari memberikan bantuan ke Afghanistan.
"Delegasi PBB menjanjikan kelanjutan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan, dengan mengatakan dia akan meminta bantuan lebih lanjut selama pertemuan negara-negara donor yang akan datang," kata Shaheen di Twitter.










0 Comments