373Poker - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). (dok. TPNPB-OPM)


TPNPB-OPM membantah tudingan Satgas Nemangkawi terkait Kepala Distrik Wusama Kabupaten Yahukimo, Etius Baye yang diduga terlibat pendanaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).


"Bridgen Egianus Kogeya bantah pernyataan TNI-Polri dan tegaskan bahwa penangkapan terhadap kepala distrik bersama warga di Yahukimo, adalah bukan anggota TPNPB-OPM," kata Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).


TPNPB-OPM desak pihak berwenang bebaskan Etius Baye


Atas penangkapan ini, TPNPB-OPM mendesak pihak berwenang untuk membebaskan Etius Baye, karena tuduhan mendanai TPNPB-OPM tidak benar. Sedangkan hubungan Etius Baye dengan anggota KKB murni sebagai tokoh masyarakat sipil.


"Segera bebaskan pemimpin warga sipil bapak Etius Baye, Kepala Distrik Wusama bersama 11 orang anak buanya," kata Sebby.


TPNPB-OPM mengancam akan menembak warga sipil jika Etius Baye tidak dibebaskan


TPNPB-OPM juga mengancam akan membunuh warga sipil Nduga jika Etius Baye tidak segera dibebaskan. Sebby menegaskan tidak akan ada kompromi dengan pemerintah Indonesia dalam kasus ini.


"Semua warga sipil akan kami tembak mati jika tidak segera bebaskan warga sipil bapak kepala distrik dan anak-anaknya," kata Sebby.


Satgas Nemangkawi tangkap Etius Baye


Sebelumnya, Satgas Nemangkawi menangkap Etius Baye karena diduga menjadi dalang dan pemodal kegiatan KKB.


Selain menangkap Etius Baye, Satgas Nemangkawi juga menangkap tiga orang lainnya, yakni EH, Y, dan YH. Keempat orang tersebut ditangkap pada Jumat (27/8/2021) di rumah Etius Baye.


Ketua Tim Satgas Gakkum Nemangkawi Kombes Faizal Rahmadani mengatakan, penangkapan berawal dari informasi adanya kendaraan berwarna hitam yang kerap melintasi Dekai menuju lokasi kejadian yang berada di pinggiran Sungai Brazza.


Dari informasi tersebut, anggota melakukan penyelidikan, namun tak disangka kendaraan yang mereka cari melintas di depan Mapolres Yahukimo, Dekai, sehingga dibawa masuk dan sopirnya yakni EH dimintai keterangan.


EH dalam keterangannya kepada penyidik ​​mengakui ada puluhan anggota KKB di rumah Etius Baye, sehingga pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB, petugas melakukan penangkapan.


Namun, saat ditangkap, lima orang yang berada di honai belakang rumah melarikan diri, kata Faizal yang juga Dirkrimum Polda Papua.


Dari delapan orang yang ditangkap di rumah Etius Baye, empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Etius Baye, Y, EH dan YH.


Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa tugas ketiga tersangka selain Etius Baye yang menjabat sebagai camat atau kepala distrik, EH adalah pengemudi yang mengantarkan kebutuhan KKB, Y yang merupakan keponakan Etius Baye berperan dalam menyiapkan kebutuhan logistik KKB.


“YH merupakan anggota KKB yang terlibat langsung dalam berbagai aksi, termasuk pembunuhan empat pekerja bangunan di Kampung Bingky, Distrik Seradala, pada 29 Juni lalu dan pembunuhan dua pekerja PT Indo Mulia Baru di jembatan kali Brazza pada 23 Agustus lalu,” jelas Faizal.