Ilustrasi, sumber foto: hellosehat.com
Obat merupakan salah satu hal yang wajib ada di rumah. Ironisnya, meski pengobatan dikenal sebagai solusi dari berbagai gangguan kesehatan, ternyata obat juga dapat menambah gangguan kesehatan, bahkan hingga menyebabkan kematian.
Kematian terkait obat biasanya disebabkan oleh overdosis atau kombinasi yang tidak akurat. Oleh karena itu, sebaiknya jangan sembarangan memilih dan mengkonsumsi obat, padahal obat ini dijual bebas. Inilah daftar obat paling berbahaya bagi manusia.
1. Asetaminofen
Sumber foto: Istimewa
Acetaminophen memiliki nama umum tylenol, mapap, dan feverall. Asetaminofen biasanya digunakan sebagai pereda nyeri dan berpotensi menyebabkan kerusakan hati dan toksisitas jika digunakan secara tidak tepat. Faktanya, asetaminofen adalah penyebab utama gagal hati akut.
Menurut sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Pharmacoepidemiology and Drug Safety, sekitar 458 kematian terjadi setiap tahun akibat overdosis terkait asetaminofen, 56.000 kunjungan ruang gawat darurat, dan 26.000 rawat inap.
2. Alkohol
Sumber foto: Pixabay/Kaicho20
Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa alkohol adalah obat, dan alkohol adalah obat yang sering disalahgunakan.
Menurut National Institute of Health, dari sekitar 79.000 kematian akibat penyakit hati pada tahun 2015, 47 persen di antaranya disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol.
Risiko penggunaan alkohol yang berlebihan dan terus-menerus dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan.
3. Colchicine
Sumber foto: medpagetoday.com
Colchicine adalah obat yang digunakan untuk mencegah serangan asam urat dan mengobati demam mediterania. Obat ini bekerja dengan menghentikan pembengkakan dan meredakan gejala kondisi tersebut.
Sayangnya, menurut sebuah penelitian di jurnal Clinical Toxicology, colchicine terbukti berpotensi menyebabkan keracunan yang bisa berujung pada kematian. Colchicine juga bisa disebut colcrys.
4. Klaritromisin
Sumber foto: Istimewa
Klaritromisin juga dikenal sebagai biaxin dan merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri tertentu, seperti pneumonia dan bronkitis.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), klaritromisin menyebabkan peningkatan risiko komplikasi jantung fatal yang dapat terjadi bertahun-tahun kemudian, sehingga dokter perlu meresepkan obat ini dengan sangat hati-hati.
Klaritromisin menyebabkan individu memiliki 27 persen peningkatan risiko kematian kardiovaskular jika mereka pernah menggunakan klaritromisin pada suatu saat dalam hidup mereka.
Tidak jelas mengapa obat ini menyebabkan efek seperti itu, tetapi risiko ini diperkuat bila obat tersebut dikombinasikan dengan penghambat saluran kalsium, seperti lipitor.
5. Digoxin
Sumber foto: chemistanddruggist.co.uk
Digoxin, juga dikenal sebagai lanoxin, adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi jantung, termasuk gagal jantung kongestif dan fibrilasi arteri (AFib).
Ironisnya, melansir laman Addiction Center, bagi orang yang mengalami atrial fibrilasi, mengkonsumsi digoxin bisa meningkatkan risiko kematian hingga lebih dari 20 persen.
Digoxin menyebabkan mual, muntah, dan masalah pencernaan yang parah, seperti sembelit dan infeksi perianal. Kemungkinan efek samping ini meningkat ketika digoksin dikombinasikan dengan agen antiaritmia quinidine, yang juga dapat menyebabkan overdosis dan kematian.
Ini adalah beberapa obat paling berbahaya bagi manusia. Namun, perlu diingat bahwa semua obat bisa berbahaya jika tidak diminum dengan benar atau dikombinasikan dengan zat lain. Jadi, pastikan kamu tidak menggunakan obat sembarangan dan selalu minum obat sesuai petunjuk dokter.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online, 373poker










0 Comments