Ilustrasi, sumber foto: AFP
373Poker - Para pejabat Barat telah "dipaksa" untuk bertanggung jawab atas krisis di Afghanistan, yang terjadi setelah Taliban merebut kekuasaan pada pertengahan Agustus.
Setidaknya tiga pejabat dari dua negara telah mengundurkan diri atas insiden tersebut. Siapa mereka
Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson merombak kabinetnya pada Rabu (15/9/2021). Salah satu pejabat yang direshuffle adalah Menteri Luar Negeri Dominic Raab, dikutip CNN.
Raab menjadi sasaran politisi Inggris karena gagal menilai situasi di Afghanistan. Raab mendapat kecaman yang meningkat karena ketika Taliban menguasai ibu kota Kabul, dia sedang berlibur di Yunani.
Meski tidak berada di Inggris, Raab membantah semua tudingan bahwa ia sedang bersantai sambil menikmati laut. Ia mengaku sedang sibuk berkoordinasi untuk menjalankan misi evakuasi tersebut.
"Tentang saya (memainkan) paddleboarding adalah omong kosong, laut sebenarnya tertutup," kata Raab.
Meskipun direshuffle, Raab masih berada di kabinet Johnson dengan jabatan barunya sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kehakiman. Liz Truss, yang juga menjabat sebagai Menteri Perempuan dan Kesetaraan Inggris, digantikan oleh Liz Truss sebagai menteri luar negeri.
Menteri Luar Negeri, Sigrid Kaag
Menteri Luar Negeri Belanda, Sigrid Kaag, mengumumkan pengunduran dirinya dari kabinet pada Kamis (16/9/2021).
Kaag mengundurkan diri setelah mendapat kecaman dari parlemen, yang mengatakan penanganan evakuasi di Kabul bulan lalu kacau, gagal membantu orang Belanda dan Afghanistan yang bekerja untuk pemerintahnya melarikan diri.
Sebagai menteri, Kaag tidak punya pilihan lain selain menerima mosi parlemen dan meninggalkan jabatannya. Kaag mengatakan meski telah mengundurkan diri, Kementerian Luar Negeri tetap berkomitmen untuk terus membantu Afghanistan.
Pada saat yang sama, Kaag mengakui bahwa pemerintah telah salah menilai situasi di Afghanistan. Namun, dia berargumen bahwa kembalinya Taliban ke kekuasaan dengan cepat adalah tindakan yang mengejutkan semua orang.
"Termasuk (mengejutkan) Taliban sendiri," kata Kaag, dikutip BBC.
Menteri Pertahanan Belanda, Ank Bijleveld
Menteri Pertahanan Belanda, Ank Bijleveld, juga mengundurkan diri. Pengumuman itu datang sehari setelah Kaag mengundurkan diri karena alasan yang sama, keduanya mengundurkan diri setelah Parlemen Belanda mengajukan mosi tidak percaya.
Bijleveld yang mengundurkan diri pada Jumat (17/9/2021), awalnya menolak mundur. Namun, ia mempertimbangkan kembali kritik keras dari anggota Partai Kristen Demokrat, yang merupakan partai politiknya.
"Saya ingin menyelesaikan misi kami untuk membawa mereka yang masih berada di Afghanistan dan memindahkan ke tempat yang aman," kata Bijleveld, merujuk pada ratusan warga negara Belanda yang masih berada di Afghanistan.
"Tetapi, posisi saya telah menjadi bahan diskusi, dan saya tidak ingin menghalangi pekerjaan penting orang-orang yang bekerja untuk saya," tambahnya, dikutip dari Al Jazeera.









0 Comments